BNY Adds USDC to Institutional Custody Platform in Expanded Circle Partnership
BNY, bank kustodian terbesar di dunia dengan aset kelolaan mencapai $59,4 triliun, telah menambahkan USDC sebagai stablecoin pertama di platform Digital Asset Custody-nya. Langkah ini memperluas kemitraan strategis dengan Circle dan menandai tonggak penting dalam adopsi institusional cryptocurrency.
Klien institusional BNY kini dapat menyimpan, mentransfer, dan mengelola USDC melalui infrastruktur kustodian yang teregulasi penuh, membuka jalan bagi adopsi stablecoin yang lebih luas di sektor keuangan tradisional.
BNY dan Dampak Institusional
Sebagai bank kustodian tertua di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1784, BNY mengelola lebih dari $59,4 triliun aset dalam penyimpanan. Keputusan untuk mengintegrasikan USDC ke dalam platform digitalnya mengirimkan sinyal kuat ke pasar bahwa stablecoin telah mencapai tingkat kedewasaan institusional.
Platform Digital Asset Custody BNY memungkinkan klien institusional untuk menyimpan aset digital dengan jaminan keamanan dan kepatuhan regulasi yang setara dengan aset tradisional. Integrasi USDC memberikan jembatan langsung antara likuiditas fiat dan dunia DeFi.
Implikasi untuk Ekosistem Stablecoin
Penambahan USDC ke platform kustodian BNY memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, ini mengurangi hambatan masuk bagi investor institusional yang sebelumnya ragu untuk memegang stablecoin karena kekhawatiran keamanan dan kepatuhan. Kedua, ini memvalidasi USDC sebagai standar stablecoin institusional, memperkuat posisinya terhadap kompetitor.
Ketiga, ini menciptakan infrastruktur untuk produk keuangan ter-tokenisasi yang lebih kompleks, termasuk pinjaman on-chain, settlement cross-border, dan manajemen treasury berbasis blockchain.
Bagaimana Ini Memengaruhi Trader Crypto
Bagi trader ritel di platform seperti Backpack, adopsi institusional USDC oleh BNY membawa beberapa manfaat langsung. Likuiditas yang meningkat, spread yang lebih ketat, dan volatilitas yang lebih rendah untuk pasangan USDC adalah hasil alami dari masuknya aliran institusional.
Selain itu, validasi dari kustodian tier-1 seperti BNY meningkatkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas USDC, yang penting untuk strategi trading yang bergantung pada stablecoin sebagai safe haven selama periode volatilitas pasar.
Konteks Industri yang Lebih Luas
Langkah BNY sejalan dengan tren yang lebih luas di industri keuangan tradisional. BlackRock meluncurkan dana Treasury tokenisasi BUIDL di Ethereum, JPMorgan memperluas JPM Coin untuk pembayaran cross-border, dan Citi membuka desk trading digital assets. Institusi-institusi ini secara bertahap mengintegrasikan infrastruktur blockchain ke dalam operasi mereka.
Stablecoin telah berevolusi dari alat spekulasi crypto menjadi infrastruktur pembayaran yang serius. Dengan BNY memberikan dukungan kustodian, USDC memposisikan diri sebagai jembatan utama antara dunia DeFi dan keuangan tradisional.
Perspektif Pasar Asia Tenggara
Untuk pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara, perkembangan ini sangat relevan. USDC semakin menjadi pilihan preferensial untuk remitansi internasional, pembayaran cross-border, dan akses ke pasar DeFi global. Dukungan kustodian institusional mengurangi risiko counterparty yang sebelumnya menjadi kekhawatiran utama.
Bandingkan Bursa Kripto Teratas
| Exchange | Fee trading | Lev. maks. | Bonus daftar | Daftar |
|---|---|---|---|---|
| Binance | 0.10% | 125x | $100 | — |
| Okx | 0.08% | 100x | $50 | — |
| Bybit | 0.055% | 100x | $30 | — |
| Bitget | 0.06% | 125x | $20 | — |
| Weex | 0.05% | 100x | $20 | — |
| Backpack ★ | 0.05% | 10x | $10 | Daftar Sekarang → |
Penawaran terbatas — Klaim bonus Anda hari ini
Backpack — Daftar Sekarang →Pengungkapan afiliasi: Artikel ini berisi tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi saat Anda mendaftar menggunakan tautan kami.
Trading kripto melibatkan risiko signifikan. Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan saran keuangan.